Piala Dunia 2018: Mohamed Salah Era Baru Sepak Bola Mesir

piala dunia

Piala Dunia 2018 : Mohamed Salah Era Baru Sepak Bola Mesir – Seperti di Liverpool. Mohamed Salah juga berperan penting untuk tim nasional Mesir yang akan tampil di Piala Dunia 2018. Ia adalah pahlawan yang membantu tim itu lolos ke Rusia dan akan menjadi andalan saat tampil di putaran final nanti.

Seperti di Liverpool, Mohamed Salah juga berperan penting untuk tim nasional Mesir yang akan tampil di Piala Dunia 2018. Ia adalah pahlawan yang membantu tim itu lolos ke Rusia dan akan menjadi andalan saat tampil di putaran final nanti.

Piala Dunia 2018 : Mohamed Salah Era Baru Sepak Bola Mesir

piala dunia
Mesir menaklukkan Kongo saat lolos ke Piala Dunia 2018, September tahun lalu. Kala itu, Salah menjadi penentu kemenangan. Tendangan penaltinya di masa injury time membawa Mesir menang dengan skor 2 – 1. Gol pertama dari Mesir dalam pertandingan itu juga dicetak oleh Salah.

Essam El-Hadary, kiper Mesir berusia 45 tahun, juga mengungkap peran penting lain Salah. Salah dianggap sebagai salah satu pencetus era sepak bola modern di Mesir.

“Dia mengubah pola pikir dari para pemain Mesir. Dan sekarang, banyak pemain Mesir yang memilih mencari klub di Eropa. Bahkan klub-klub kecil,” ujar El-Hadary, 5 Maret 2018.

Kini, dengan gemilangnya karier Salah di Liverpool, kata El-Hadary, banyak pemain Mesir yang ingin mengikuti jejak Salah untuk bisa berkarier di Eropa.

Tidak hanya sampai di situ, menurut dia, karena prestasi Salah, kini banyak klub di Eropa yang mulai percaya pada kemampuan pemain-pemain Mesir.

El-Hadary sendiri menghabiskan kariernya malang melintang di klub-klub sepak bola di kawasan Timur Tengah. “Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Salah. Dia memulai era baru bagi para pemain sepak bola di Mesir,” ujar El-Hadary.

Meski begitu, dalam laga persiapan Piala Dunia lawan Portugal yang digelar pada akhir Maret lalu, penampilan Salah belum bisa membawa kemenangan bagi timnas Mesir.

Sempat unggul melalui gol Salah di menit ke-56, kans Mesir memenangi pertandingan harus dimusnahkan oleh dua gol Cristiano Ronaldo di masa perpanjangan waktu. Mesir kalah oleh Portugal dengan skor 1 – 2.

Dalam Piala Dunia 2018 yang bakal digelar di Rusia pada Juni mendatang, Salah dan kawan-kawan akan tergabung ke dalam Grup A di fase penyisihan grup untuk bersaing dengan Rusia, Arab Saudi, dan Uruguay.

Menghadapi ketiga lawannya itu, El-Hadary mengakui bahwa fase penyisihan grup pasti tidak akan berjalan mudah bagi para pemain timnas Mesir.
“Rusia akan bermain di hadapan para pendukungnya. Dan ketika Anda berbicara tentang Uruguay, Anda akan berbicara tentang tim yang luar biasa, juga nama-nama besar, seperti Edinson Cavani and Luis Suárez. Jadi kompetisi nanti tidak akan mudah sama sekali,” ujarnya.

Kisah Dan Fakta Menarik Di Piala Dunia Swiss Tahun 1954

Piala Dunia

Kisah Dan Fakta Menarik Di Piala Dunia Swiss Tahun 1954

Tuan rumah: Swiss
Juara: Jerman Barat
Runner up: Hungaria
Top skorer: Sandor Kocsis (Hungaria) – 11 gol
Skor tertinggi: Austria 7-5 Swiss (perempat final)
Total gol: 140 gol
Total penonton: 768.607

PENCETAK GOL TERBANYAK: SANDOR KOCSIS (HUNGARIA)
Sandor Kocsis - football5star.com

Sandor Kocsis merupakan ujung tombak dari timnas Hungaria yang dijuluki The Mighty Magyars pada dekade 1950-an. Ia berhasil membentuk trio maut dengan Ferenc Puskas dan Nandor Hidegkuti.

Kocsis berhasil mencetak hat-trick di pertandingan pertama melawan Korea Selatan. Ia kemudian berhasil mencetak 4 gol ke gawang Jerman Barat pada pertandingan selanjutnya. Di babak perempat final  giliran gawang Brasil yang dijebol dua kali. Sementara itu, Uruguay jadi korban keganasannya di semifinal. Dua gol dia lesakkan pada laga itu. Ketajaman Kocsis baru terhenti di final. Menghadapi Jerman Barat yang sempat dibobol empat kali pada penyisihan grup, dia tak berdaya. Hungaria pun kalah 2-3.

FAKTA MENARIK

Spanyol tak lolos karena kalah melawan Turki di babak kualifikasi. Kedua tim saling mengalahkan saat home and away. Lalu, laga ulang di Stadion Olimpico juga berakhir imbang. Pemenang laga akhirnya diputuskan melalui undian yang dilakukan oleh seorang anak bernama Luigi Franco Gemma.

Bern adalah kota terkecil yang menyelenggarakan babak final Piala Dunia.

Pertandingan final yang mempertemukan Jerman Barat & Hungaria bertajuk Miracle of Bern karena Jerman Barat berhasil memutus rekor 29 pertandingan tak terkalahkan milik Hungaria. Apalagi, di penyisihan grup, Hungaria sempat menggasak Jerman Barat dengan skor 8-3.

Di babak final, timnas Jerman Barat diduga melakukan doping dengan menyuntikkan methamphetamine pada saat turun minum.Para pemain Jerman Barat menggunakan sepatu dengan pul ulir pada final menghadapi Hungaria.

Piala Dunia ini menjadi yang dihiasi paling banyak gol dengan rata-rata 5,38 gol di setiap pertandingan.

Piala Dunia 1954 menjadi pentas perkenalan dunia terhadap permainan sepakbola menyerang. Total 140 gol tercipta atau rata-rata 5,38 gol per laga dalam 26 pertandingan di turnamen ini.

Salah satu tim pengusung sepakbola super ofensif adalah Hungaria yang berstatus sebagai juara Olimpiade 1952 Helsinki, Finlandia, dan tak terkalahkan dalam 28 laga internasional sejak Mei 1950 (27 kali menang dan empat kali imbang).

Nama-nama seperti Ferenc Puskas, Jeno Bozsik, Zoltan Czibor, Sandor Kocsis, hingga Nandor Hidegkuti dianggap sebagai deretan pemain pertama yang mengaplikasikan gaya sepakbola menyerang.

Tampil impresif sepanjang turnamen, Hungaria terus melaju ke final dan kembali bertemu dengan Jerman Barat. Partai final di Stadion Wankdrof, Berne, itu semula diduga akan jadi sebuah formalitas saja mengingat kekalahan telak Jerman di babak awal.

Tanda-tanda ke arah itu sempat terlihat. Hanya dalam waktu delapan menit, Hungaria sudah unggul 2-0 lewat gol Puskas dan Zoltan Szibor. Tapi delapan menit kemudian Jerman Barat membalas lewat gol Max Morlock dan Helmut Rahn.

Pada babak kedua, serangan gencar Hungaria dimentahkan oleh kecemerlangan kiper Toni Turek. Enam menit menjelang pertandingan usai, kejutan itu terjadi. Rahn kembali mencetak gol dan Jerman Barat pun juara.

Kontestan: Brasil, Yugoslavia, Prancis, Meksiko, Hungaria, Jerman Barat, Turki, Korea Selatan, Uruguay, Austria, Cekoslovakia, Skotlandia, Swiss, Inggris, Italia, Belgia.

Venue: Charmilles, La Pontaise, Wankdorf-Stadion, Hardturm, St. Jakob, Comunale di Cornaredo.

Cerita Dibalik Pentas Piala Dunia Brazil Tahun 1950

Cerita Dibalik Pentas Piala Dunia Brazil Tahun 1950

Saat ini Admin pialadunia2018official.com akan membahas sedikit sejarah sepak bola di tahun 1950.

Tuan rumah: Brazil.

Juara: Uruguay.

Runner up: Brazil.

Top Skor: Ademir (Brazil) – 9 Gol.

Skor tertinggi: Brazil 7-1 Swedia (putaran final), Uruguay 8-0 Bolivia (Grup 4)Total gol: 88 gol.

Total penonton: 1.045.246

Pentas Piala Dunia 1950 terbilang sangat spesial. Ini adalah turnamen pertama yang digelar setelah meletusnya perang dunia kedua 1945. Brazil dipilih menjadi tuan rumah karena kondisi Eropa yang masih belum siap pascaperang.

Buntut pemilihan Brazil sebagai tuan rumah, beberapa negara Eropa pun menarik diri dari keikutsertaan mereka. Negara tersebut yakni Turki, Skotlandia, Prancis, Irlandia, dan Portugal.

Asia sendiri sebenarnya memiliki wakil, yakni India. Namun negara Asia Selatan tersebut memilih mengundurkan diri karena tak diizinkan FIFA bermain tanpa menggunakan sepatu.

Trophy Piala Dunia

Sejarah Piala Jules Rimet

Untuk kali pertama diperkenalkannya trophy Piala Dunia dengan nama Piala Jules Rimet. Penamaan ini diberikan untuk menandai 25 tahun Jules Rimet menjadi presiden FIFA.
Menariknya, Piala Dunia ini terbilang unik karena tak menggunakan partai pemungkas alias final untuk menentukan siapakah yang berhak menjadi juara.

Uruguay hanya bermain satu kali saja pada babak penyisihan grup dengan mengalahkan Bolivia 8-0. Kemenangan tunggal itu membuat Uruguay langsung bersaing dengan tiga tim juara grup lainnya di putaran final.

Setelah Uruguay bertemu dengan Brazil, Drama pun terjadi. Brazil membuka gol lewat Silbino Cradoso Friaca pada menit ke-47. Namun Uruguay membalikkan keadaan. Mereka menyamakan kedudukan lewat Juan Alberto Schiaffino pada menit ke-66. Dan Alcides Edgardo “Chico” Ghiggia memastikan Uruguay meraih trofi Piala Dunia keduanya lewat gol kemenangan 11 menit menjelang pertandingan usai.

Kegagalan itu benar-benar memukul Selecao. Ofisial Brazil pun sampai lupa memberikan trofi kepada Uruguay. Presiden FIFA Jules Rimet terpaksa turun ke lapangan dan menyerahkan trofi kepada kapten Uruguay sekaligus menutup turnamen itu. Saat itu, trofi tersebut sudah resmi disebut Piala Jules Rimet–untuk menandai 25 tahun jabatan pria asal Prancis itu di FIFA.

Di putaran final ini, Uruguay menyapu bersih tiga kemenangan, termasuk kemenangan terakhir atas tuan rumah Brazil dengan skor 2-1. Sempat tertinggal lewat gol Friaca, Uruguay berhasil membalikkan keadaan berkat gol Juan Schiaffino dan Alcides Ghiggia. Momen ini pun dikenal sebagai Maracanazo.

Bagi publik Uruguay, kemenangan itu terus menjadi kenangan yang tak terlupakan. Sampai sekarang, setiap kali tim nasionalnya menghadapi Brasil, mereka selalu bernyanyi, “Maracana, maracana, maracana.”

Kontestan: Brazil, Yugoslavia, Swiss, Meksiko, Spanyol, Inggris, Chile, Amerika Serikat, Swedia, Italia, Paraguay, Uruguay, Bolivia.

Venue: Maracana, Sete de Setembro, Eucaliptos, Pacaembu, Durival de Brito, Ilha do Retiro.

Sejarah Pemenang Piala Dunia 1934

Itali

Saat ini Admin pialadunia2018official akan membahas Awal Sejarah Pemenang Piala Dunia Di Tahun 1934

Awal Sejarah Pemenang Piala Dunia Di Tahun 1934

Empat tahun berselang setelah Piala Dunia pertama digelar di Uruguay pada tahun 1930, Piala Dunia kembali digelar. Pada tahun kedua yaitu di tahun 1934 ini, Piala Dunia tidak lagi digelar di Amerika Selatan melainkan digelar di Eropa.

Italia bertindak sebagai tuan rumah. Pada gelaran tahun ini, polemik terjadi saat juara bertahan Uruguay tidak ambil bagian. Uruguay tidak ikut sebagai aksi balasan karena banyak negara Eropa yang tidak ikut pada saat mereka jadi tuan rumah empat tahun sebelumnya.

Jangan bayangkan sudah ada fasilitas mewah seperti yang ada seperti sekarang. Pada Piala Dunia 1934, Brasil harus menempuh perjalanan selama 11 hari untuk sampai di Italia. Sebab, Selecao datang dengan kapal laut, bukan pesawat. Kiprah Brasil pun tidak cukup apik dan gugur di laga perdana usai kalah dari Spanyol dengan skor 3-1 di Luigi Ferraris.

Piala Dunia 1934 ini jadi momen pertama kali diterapkannya babak kualifikasi. Negara yang ikut di gelaran kedua berjumlah 32 negara. Sementara, Piala Dunia pada tahun ini disiapkan hanya untuk 16 negara saja.

Sebagai tuan rumah, Italia diperkuat oleh sejumlah talenta terbaik pada masanya. Ada nama Angelo Schiavio, Giuseppe Meazza, Giovanni Ferrari, Raimondo Orsi dan beberapa pemain lain. Skuat Italia dilatih oleh Vittorio Pozzo. Langkah Italia untuk menjadi juara pun terbilang cukup mulus.

Itali

Pada laga pertama, Italia menang telak atas Amerika Serikat dengan skor 7-1. Setelah itu, Italia melewati hadangan Spanyol. Bermain imbang 1-1 di laga perdana, Italia menang 1-0 pada laga ulangan lewat gol tunggal legenda Inter Milan, Giuseppe Meazza.

Italia kemudian menang dengan skor 1-0 atas Austria pada babak semifinal. Pada laga puncak, Gli Azzuri berjumpa Republik Ceko yang tampil memukau sejak laga pertama. Selama 90 menit, kedua tim bermain imbang 1-1. Angelo Schiavio memberikan kemenangan bagi Italia lewat gol di menit ke-95. Italia menang dengan skor 2-1 dan menjadi juara dunia baru.

Tuan rumah: Italia
Juara: Italia
Runner up: Republik Ceko
Top Skorer: Oldrich Nejedly [Republik Ceko] – 5 Gol
Skor tertinggi: Italia vs Amerika Serikat 7 – 1 (Fase Awal)
Total gol: 70 gol
Total penonton: 363.000

Sebuah catatan kontroversial terjadi pada Piala Dunia 1934. Ini terkait dengan pertemuan Ivan Eklind, wasit yang memimpin laga final antara Italia melawan Ceko, dengan pemimpin Italia saat itu yakni Benito Mussolini. Banyak spekulasi yang berkembang, termasuk dugaan suap maupun ancaman.

Tuduhan suap juga diarahkan pada pada wasit Rene Mercet yang memimpin laga Italia melawan Spanyol. Saat itu, Mercet menganulir dua gol Spanyol dan di kemudian hari Mercet dihukum oleh Federasi Sepakbola Swiss.

“Kesuksesan kami merupakan hadiah dari kerja keras, keteguhan moral, semangat pengorbanan diri dan keinginan yang tidak tergoyahkan dari sekelompok laki-laki,” kata pelatih Italia, Vittorio Pozzo seperti dikutip di situs resmi FIFA.

 

Sementara itu, cerita yang melibatkan Benito Mussolini terjadi bukan hanya soal pertemuan dengan Eklind saja. Sang pemimpin fasis Italia ini adalah tokoh sentral yang menjamin terselenggaranya Piala Dunia 1934. Ia yang memberi jaminan soal pendanaan dan memungkinkan Piala Dunia digelar.

Mussolini berkeras hati menggelar Piala Dunia 1934 di Italia karena sukses Jerman menggelar Olimpade 1936 di Berlin. Saat itu, Olimpiade digelar berkat campur tangan Adolf Hitler. Sukses Hitler memanfaatkan Olimpiade sebagai pentas propaganda ingin di duplikasi oleh Mussolini.

Mussolini ingin melihat Italia melawan Jerman di laga final. Namun, langkah Der Panzer dijegal oleh Ceko pada babak semifinal. Saat itu, tim besutan Otto Nerz kalah dengan skor 3-1. Oldrich Nejedly jadi bintang Ceko dengan mencetak hattrick. Nejedly pun jadi top skor di Piala Dunia 1934.

Kontestan:

Spanyol, Brasil, Austria, Prancis, Jerman, Belgia, Swiss, Belanda, Republik Ceko, Rumania, Italia, Amerika Serikat, Hongaria, Mesir, Swedia, Argentina.

Stadion :

  • Bologna – Stadion Littorale
  • Firenze – Stadion Giovanni Berta
  • Genoa – Stadion Luigi Ferraris
  • Milan – Stadion San Siro
  • Napoli – Stadion Giorgio Ascarelli
  • Roma – Stadion Nasional PNF
  • Trieste -Stadion Littorio
  • Torino – Stadion Benito Mussolini

Awal Mula Hadirnya Piala Dunia FIFA

Awal Mula Hadirnya Piala Dunia FIFA

Saat ini Admin akan membahas Awal Mula Hadirnya Piala Dunia FIFA pertama kali yang diselenggarakan pada tahun 1930.

Ketika presiden FIFA Jules Rimet memutuskan untuk menggelar turnamen sepak bola internasional.

hadirnya piala dunia fifa

Piala Dunia pertama, diselenggarakan di Uruguay pada 1930, diperebutkan sebagai final turnamen yang hanya terdiri dari 13 tim yang diundang oleh organisasi.

Sejak itu. Piala Dunia FIFA telah mengalami ekspansi secara berturut dan format yang dibuat ulang untuk saat ini 32 tim final turnamen. Diawali oleh proses kualifikasi dua tahun. Yang melibatkan hampir 200 tim dari seluruh dunia.

Kompetisi Internasional Sebelumnya

Pertandingan sepak bola internasional pertama dimainkan pada tahun 1872 di Glasgow antara Inggris dan Skotlandia. Meskipun pada tahap ini olahraga tersebut jarang dimainkan di luar Inggris.

Namun tahun 1900 olahraga telah memperoleh tanah di seluruh dunia dan asosiasi sepak bola nasional yang didirikan. Pertandingan internasional resmi pertama di luar Kepulauan Inggris dimainkan antara Uruguay dan Argentina di Montevideo pada Juli 1902.

FIFA didirikan di Paris pada 22 Mei 1904 – terdiri dari asosiasi sepak bola dari Perancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss, dengan Jerman yang berjanji untuk bergabung.

Seperti sepak bola yang mulai meningkat popularitasnya, hal ini diperebutkan IOC yang dikenal secara luas sebagai Olimpiade olahraga di 1900 dan Olimpiade Musim Panas 1904, serta di Olimpiade Interkala 1906, sebelum menjadi FIFA yang diawasi kompetisi resmi Olimpiade di Olimpiade Musim Panas 1908. Diselenggarakan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris, acara ini untuk pemain amatir saja dan dianggap sebagai acara daripada kompetisi. Tim nasional sepak bola amatir Inggris memenangkan acara pada 1908 dan 1912.

Ada upaya yang dilakukan oleh FIFA untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional antara negara di luar Olimpiade pada tahun 1906 dan hal ini berlangsung di Swiss.

Hari tersebut merupakan hari yang sangat awal untuk sepak bola internasional dan sejarah resmi FIFA menjelaskan kompetisi tersebut sebagai kompetisi yang telah gagal.

Bersama acara Olimpiade yang terus diperebutkan hanya antar tim amatir, kompetisi yang melibatkan tim profesional juga mulai muncul. Torneo Internazionale Stampa Sportiva, diselenggarakan di Torino, Italia pada tahun 1908.

Sir Thomas Lipton merupakan salah satu yang pertama dan tahun berikutnya menyelenggarakan Trofi Sir Thomas Lipton, yang juga diadakan di Turin. Kedua turnamen itu diperebutkan antara klub masing-masing (dikecualikan untuk tim nasional), yang mewakili seluruh bangsa.

Alasan ini, tak satu pun menjadi pelopor langsung Piala Dunia. Namun, Trofi Thomas Lipton terkadang digambarkan sebagai Piala Dunia Pertama, dengan mengorbankan pendahulunya (Italia) yang kurang terkenal.

Pada tahun 1914, FIFA sepakat untuk mengakui turnamen Olimpiade sebagai “kejuaraan sepak bola dunia untuk amatir”, dan mengambil tanggung jawab sebagai penyelenggara acara. Hal ini menyebabkan jalan bagi kompetisi sepak bola antar benua pertama di dunia.

Di Olimpiade Musim Panas 1920, dimenangkan oleh Belgia. Uruguay memenangkan turnamen pada 1924 dan 1928.

Asal Usul Adanya Permainan Sepak Bola

Sejarah Dan Asal Usul Di Mulainya Permainan Sepak Bola – Admin akan membahas dan mengupas tentang Sejarah Dan Asal Usul Di Mulainya Permainan Sepak Bola hingga saat ini menjadi begitu populer di cabang olah raga. Terkait judul diatas, disini kami mencoba memberikan sedikit gambaran lain masih seputar dunia sepak bola yakni meliputi gambaran umum bagaimana sepak bola itu dilakukan.

Sepak bola secara umum adalah salah satu bentuk olah raga yang dilakukan oleh 11 orang dalam satu tim dengan menggunakan media bola untuk ditendang dan dimasukkan ke gawan lawan. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam sepak bola terdapat beberapa komponen yang digunakan untuk bermain diantara yaitu bola, jumlah pemain, wasit atau pengadil lapangan, lapangan, pelatih, dan juga penonton yang hadir di stadion.
Jika kita berbicara soal sejarah sepak bola, maka tentu kita akan memetakan beberapa pertanyaan tentang kapan awal mula adanya sepak bola. Bagaimana sepak bola itu dilakukan, siapa saja yang terlibat di dalamnya dan lain sebagainya. Oleh karena itu mari kita mengingat kembali Sejarah Dan Asal Usul Di Mulainya Permainan Sepak Bola berikut ini.
sepak bola

Sejarah Dan Asal Usul Di Mulainya Permainan Sepak Bola

Sejarah olahraga sepak bola ini dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Cina. Masyarakat menggiring bola kulit dengan menggunakan kaki untuk menendang kedalam jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan nama “Kemari”. Di Itali pun permainan menggiring dan menendang bola ini digemari mulai abad ke-16.Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Cina. Masyarakat menggiring bola kulit dengan menggunakan kaki untuk menendang kedalam jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan nama “Kemari”. Di Itali pun permainan menggiring dan menendang bola ini digemari mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai di inggris dan sangat digemari. Beberapa kompetisi, permainan ini banyak menimbulkan kekerasan selama pertandingan sehingga Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.
Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan ini untuk permainan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di dalam lingkungan sekolah dan universitas.
Kelahiran sepak bola ini menjadi modern ketika di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 klub dan sekolah berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Lalu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga sepak bola dengan rugby. Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam permainan sepak bola.
Selama tahun 1800-an, olahraga ini dibawa oleh sang pedagang, pelaut, dan tentara inggris ke belahan dunia. Pada tahun 1904, Asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan di manca negara.

Penghormatan Kepada Nelson Mandela Sang Legenda

Beberapa pemain terbaik di dunia dari masa lalu dan sekarang akan dipamerkan di Cape Town pada 18 Juli 2007 dalam gala prelude untuk merayakan ulang tahun ke-89 Nelson Mandela.

Sebuah Afrika XI akan memainkan Sisa Dunia XI di Stadion Newlands, menyatukan keluarga sepakbola dunia dalam 90 Menit untuk menghormati Mandela kepada negarawan Afrika Selatan legendaris.

Mempersonifikasikan pertarungan melawan semua bentuk rasisme dan diskriminasi dan berperan dalam keputusan untuk membawa FIFA World Cup ke Afrika dan lebih khusus lagi, Afrika Selatan, untuk pertama kalinya pada tahun 2010.

Penghormatan Kepada Nelson Mandela Sang Legenda

“Kami merasa terhormat untuk sekali lagi dapat naik panggung – setelah hampir satu dekade – pertandingan unik untuk menghormati seorang pria luar biasa yang mendedikasikan hidupnya untuk mempromosikan hak asasi manusia dan demokrasi, sahabat kita, Nelson Mandela.

Kami sudah saling kenal selama hampir lima belas tahun dan memiliki lebih dari sekadar sepakbola. Seperti pekerjaan kami untuk memerangi diskriminasi dan dorongan kami untuk membangun masa depan yang lebih baik. Apa yang terjadi di Robben Island adalah. Contoh yang mengungkapkan yang menunjukkan kekuatan sepakbola untuk memberi harapan dan membuat perbedaan bagi kehidupan orang-orang. “Jelas Presiden FIFA Joseph S. Blatter.

Kami merasa terhormat untuk sekali lagi dapat naik panggung – setelah hampir satu dekade – pertandingan unik untuk menghormati seorang pria luar biasa yang mendedikasikan hidupnya untuk mempromosikan hak asasi manusia dan demokrasi, sahabat kita, Nelson Mandela. Kami sudah saling kenal selama hampir lima belas tahun dan memiliki lebih dari sekadar sepakbola. Seperti pekerjaan kami untuk memerangi diskriminasi dan dorongan kami untuk membangun masa depan yang lebih baik. Apa yang terjadi di Robben Island adalah contoh yang mengungkapkan yang menunjukkan kekuatan sepakbola untuk memberi harapan dan membuat perbedaan bagi kehidupan orang-orang, “jelas Presiden FIFA Joseph S. Blatter.

Rincian lebih lanjut tentang pertandingan, termasuk prosedur line-up dan ticketing, akan menyusul di kemudian hari. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Mandela, upacara khusus akan diadakan di Robben Island. Di mana aktivis anti apartheid menghabiskan 18 dari 27 tahun di penjara. Rekan narapidana pemenang Hadiah Nobel Perdamaian akan membawa tamu dalam tur ‘Footsteps of Mandela’. Khusus, yang akan menampilkan lapangan sepakbola tempat para tahanan mengatur pertandingan liga mereka.

Pejuang Kemerdekaan

Bagi pejuang kemerdekaan, sepak bola mewakili lebih dari sekadar permainan – itu adalah tentang martabat. Rasa hormat, kesenangan dan harapan di tempat di mana umat manusia bertahan hidup di tengah-tengah penindasan dan kebencian. Docudrama More Than Just A Game, yang diproduksi oleh pembuat film Afrika Selatan Anant Singh yang memenangkan penghargaan dan didukung oleh FIFA. Menceritakan kisah drama sepakbola yang dramatis dan sedikit diketahui ini yang dimainkan oleh para tahanan di Pulau Robben. Film ini akan dirilis November ini.

Hasil pertandingan, yang akan diselenggarakan oleh FIFA bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA). Komite Penyelenggara Lokal Afrika Selatan (SALOC), Yayasan Nelson Mandela dan FIFPro (federasi internasional pemain sepak bola profesional).

Semuanya diperuntukkan bagi program warisan yang menjangkau kaum muda di Afrika Selatan. Menggunakan sepakbola untuk mengembangkan program pendidikan, kesehatan dan sosial. Kegiatan yang tepat akan diputuskan dan diimplementasikan bersama dengan Yayasan Nelson Mandela.

Ini adalah kedua kalinya FIFA mengatur pertandingan all-star untuk menghormati ‘Madiba’. Gelar kehormatan yang telah menjadi identik dengan Nelson Mandela di negara asalnya. Pada tanggal 17 Agustus 1999. Nelson Mandela African XI memainkan World All Stars XI dalam pertandingan perpisahan untuk presiden Afrika Selatan yang akan keluar.

Kalusha Bwalya, Mark Fish, dan Lucas Radebe bergabung dengan sesama bintang seperti Rigobert Song, Dunga, Luis Hernandez, dan Claudio Suarez sebagai penghormatan bagi pemimpin besar di depan 40.000 penonton di Ellis Park Stadium di Johannesburg.

Salah satu dari sembilan venue FIFA 2010. Piala Dunia. Kalusha Bwalya, yang menyamakan kedudukan pada 2-2 di menit terakhir dan merupakan duta FIFA World Cup 2010, akan sekali lagi menjadi bagian dari Afrika XI.

Kalusha Bwalya: Ini Bukan Hanya Sebuah Pertandingan Biasa

pertandingan biasa

Salam Olahraga. Saat ini Admin akan membagikan sedikit kisah menarik.

Kalusha Bwalya: Ini Bukan Hanya Sebuah Pertandingan Biasa

Ketika seorang bintang-bintang World XI mengambil XI Afrika untuk menghormati ulang tahun ke-89 Nelson Mandela, Kalusha Bwalya akan antri untuk tim Ibu Benua. Mantan pemain internasional Zambia, PSV Eindhoven dan mantan pelatih tim nasional adalah duta untuk Piala Dunia FIFA 2010, pemain berusia 44 tahun ini berbagi pandangannya tentang acara khusus pada 18 Juli.

Apa artinya bagimu untuk ambil bagian dalam permainan seperti ini?

“Dalam hal apa yang dia (Mandela) telah lalui, tidak ada perbandingan. Ia mewakili kebebasan dan mengakhiri apartheid. Ini lebih dari sekedar pertandingan biasa sepak bola, apa yang kami lakukan. Kami memiliki kesempatan untuk bertemu pria itu sendiri, untuk bepergian bersamanya, berkampanye untuk Piala Dunia 2010. Berada di hadapan orang seperti itu hanya menakjubkan. Dia membawa banyak kebijaksanaan, banyak kegembiraan, banyak kehangatan dan kenyamanan untuk sebuah ruangan”.

Anda sudah bermain dalam permainan untuk Nelson Mandela pada tahun 1999, dan Anda bahkan mencetak gol. Bisakah Anda memberi tahu kenangan Anda tentang game ini?

“Saya mendapat kehormatan untuk menjadi bagian dari Tim Nelson Mandela pada tahun 1999, ketika kami bermain di Ellis Park di Johannesburg melawan World XI. Saya mencetak dua gol. Pada saat itu, saya bermain di Meksiko tetapi saya benar-benar ingin pergi ke Afrika Selatan untuk bermain dalam permainan. Ini adalah perjalanan yang panjang tetapi itu layak dilakukan karena pentingnya, pria itu sendiri, dan apa yang diwakilinya. Bagi saya, ini bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi signifikansi zaman kita, apa arti sepakbola, apa singkatan FIFA, keterbukaan, niat baik. Nelson Mandela membawa ini sendiri”.

Seperti apa suasana di game itu?

“Suasananya yang luar biasa. Saya ingat satu hal khusus: kami makan siang, dan saya bersama dua orang dari Meksiko, salah satunya (mantan penjaga gawang) Jorge Campos. Mereka bermain untuk tim dunia, saya bermain untuk tim Afrika dan Jomo Sono adalah pelatih kami. Kami meminta pelayan untuk mengambil gambar, tetapi ketika saya kembali ke Meksiko, kami menemukan bahwa foto-foto itu buram. Jadi hanya setelah itu, saya melihat bahwa pelayan itu sangat menggigil ketika berbicara tentang gambar itu karena Nelson Mandela berada di dalam bingkai. Itu menunjukkan apa yang dia maksud untuk orang-orang Afrika Selatan. Itu berarti banyak berada di hadapan orang yang baik seperti itu. FIFA datang dengan salah satu tim terbaik dan itu adalah kesempatan luar biasa yang Anda hargai sepanjang sisa hidup Anda”.

Seberapa penting Tuan Mandela untuk Afrika?

“Sejak saat dia di Pulau Robben, dia menjadi simbol bagi semua orang Afrika. Tidak hanya orang Afrika Selatan, tetapi bagi kita semua. Dalam hal kebebasan dan harapan, ia mampu melambangkan itu sepanjang hidupnya dan ketika ia menjadi presiden. Jika Anda melihat Afrika Selatan, di mana sekarang, secara ekonomi dan sebaliknya, itu tergantung pada Nelson Mandela”.

Seberapa simboliskah Anda mengunjungi Pulau Robben?

“Saya belum pernah ke Robben Island sebelumnya. Ini akan menjadi pertama kalinya saya pergi ke sana. Saya pikir kita dapat menggunakan tempat-tempat seperti itu untuk diri kita sendiri untuk membuat dunia yang lebih baik. Bagian baiknya adalah orang seperti dia (Mandela) dapat melewati bertahun-tahun di penjara itu dan keluar dan masih bisa membuat perbedaan di dunia ini. Sangat signifikan bahwa dia tinggal di Robben Island dan saya menantikan untuk bermain dalam pertandingan simbolis di sana”.

Piala Dunia FIFA akan diadakan di Afrika Selatan dalam tiga tahun. Seberapa pentingkah bagi benua itu?

Ini adalah cara untuk membangun kepercayaan diri sebagai orang Afrika. Di Afrika ada depresi dan kelaparan. Tetapi ada juga harapan, dan ada juga sepakbola, yang saya pikir orang Afrika bisa bermain dengan sangat baik. Afrika Selatan mendapat kesempatan untuk mengatur dan menjadi tuan rumah Piala Dunia. Semua mata akan dilatih di Afrika. Kita semua satu. Dan saya pikir kita adalah orang-orang yang bahagia. Afrika Selatan akan mampu menyelenggarakan acara besar untuk dunia dan Afrika.

Apakah Anda pikir sudah tiba waktunya bagi tim Afrika untuk memenangkan Piala Dunia FIFA?

Tidak pernah terlalu cepat. Akan ada saatnya ketika tim Afrika akan menantang untuk posisi teratas dengan orang-orang seperti Inggris, Brasil, Prancis atau Jerman. Kami tidak jauh. Kami punya bakat. Lihat tim luar biasa seperti Ghana, Pantai Gading, atau Tunisia untuk menyebut beberapa. Saya dapat menyebutkan sekitar sepuluh tim yang dapat bermain di level yang sangat tinggi dalam kompetisi internasional. Kami hanya berharap bahwa kami dapat bersenang-senang dan bersaing dengan baik, sehingga Piala Dunia adalah sukses dan tim kami bertahan dalam kompetisi. Kami berharap bahwa kejutan terbesar akan datang dari Afrika saat ini.

Pesan apa yang ingin Anda sampaikan melalui pertandingan yang sangat istimewa ini?

Sangat menyenangkan bagi saya untuk bertemu orang-orang hebat seperti Nelson Mandela. Itulah yang dunia sepakati berarti. Saya pikir itu slogan FIFA – Untuk permainan. Untuk dunia – adalah pernyataan tentang harapan, tentang inspirasi dan tentang semangat. Nelson Mandela telah mampu memberi kita itu. Saya ingin menyampaikan pesan ini.

Bagaimana dengan tim Anda, Zambia? Anda hampir memenuhi kualifikasi untuk Piala Dunia FIFA 2006. Bagaimana peluang kali ini?

Kami sangat dekat terakhir kali. Jika kami tidak kalah dalam pertandingan melawan Senegal di kandang, kami mungkin akan pergi ke Piala Dunia. Saya merasa bangga telah meninggalkan fondasi yang baik untuk tim di Zambia. Lihatlah tim U-20 yang akan menjadi bagian dari FIFA U-20 World Cup Canada 2007 bulan Juli ini. Atau U-23 yang memiliki awal yang baik dalam kualifikasi untuk Olimpiade, dan akhirnya, tim nasional senior kami berada dalam cara yang baik untuk Piala Afrika. Mudah-mudahan, kita bisa membangun itu dan Zambia dapat hadir di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Afrika Selatan sangat dekat dan saya tahu fans Zambia akan berjalan ke Afrika Selatan jika perlu dan jika tim memenuhi syarat. Kami menunggu dengan antisipasi untuk Undian Awal pada bulan November.

Memunculkan Kembali Kisah Dongeng Untuk Zambia

Memunculkan Kisah Dongeng Untuk Zambia

Sepak bola Zambia menghilangkan gebrakan yang tak terlukiskan pada April 1993. Itu adalah keadaan setengah dasawarsa di mana tim Zambia melepaskan jubah anonimitas dan bangkit menjadi terkenal.

zambia team

Pada Turnamen Sepak Bola Olimpiade Putra Seoul 1988. Hat-trick Kalusha Bwalya telah mendorong mereka untuk menang 4-0 dari tim Italia termasuk Ciro Ferrera, Luigi de Agostini dan Andrea Carnevale dalam perjalanan untuk memuncaki Grup B. Pada tahun yang sama Pemain telah mengalahkan orang-orang seperti Roger Milla, Rabah Madjer dan George Weah untuk menjadi orang Zambia pertama yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika Tahun Ini.

The Chipolopolo (Peluru Tembaga). Menempati posisi ketiga di CAF Africa Cup of Nations pada tahun 1990, dan telah mencatat posisi pertama dan ketiga di dua Piala CECAFA. Hal-hal bahkan mekar bagi klub-klub Zambia: Nkana mencapai final Piala Champions Afrika – pendahulu Liga Champions CAF – pada tahun 1990, sementara Power Dynamos memenangkan Piala Afrika tahun berikutnya.

Gairah untuk sepak bola tak terlukiskan, dan keyakinan adalah langit tinggi bahwa kelas Zambia akan memamerkan diri di platform terbesar olahraga pada tahun 1994. Tim telah memenangkan tahap pertama mereka untuk pindah ke babak final kualifikasi Zona Afrika untuk Piala Dunia FIFA.

Yang harus dilakukan oleh Zambia adalah muncul dari tiga kelompok tim termasuk benua Maroko dan Senegal untuk memesan tiket ke AS.
Pertama adalah perjalanan ke Dakar. Dan pelatih Godfrey Chitalu, staf ruang belakang dan pemainnya dalam suasana gembira, memberi makan deru rekan-rekan mereka, saat mereka menaiki pesawat DHC-5D Buffalo di Lusaka pada 27 April 1993.

Mereka merasa mereka siap untuk melanjutkan petualangan dongeng mereka dari ketidakjelasan ke Piala Dunia FIFA. Mereka sebenarnya, dalam kontras yang mengerikan, mulai mengambil bagian dalam tragedi proporsi yang tak dapat dijelaskan. Tidak lama setelah pemberhentian kedua pesawat di Libreville, Gabon, jatuh ke Samudera Atlantik. Menewaskan 30 penumpang – 25 di antaranya adalah pemain tim nasional Zambia atau pelatih.

“Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan kehancuran,” kenang Kalusha, yang hidupnya terhindar – bersama dengan Charles Musonda milik Anderlecht – setelah membuat jalannya sendiri ke ibukota Senegal karena komitmen klub dengan PSV masing-masing. “Orang-orang kami tidak berhenti menangis. Ada begitu banyak harapan, begitu banyak kegembiraan, dan semuanya hancur berantakan”.

Zambia tidak mundur sekalipun

Zambia diharapkan untuk mundur dari kualifikasi Amerika Serikat 1994. Mesin inspirasi yang Kalusha punya ide lain. Dia membantu mereka mengumpulkan tim baru. Apa yang kurang dalam pengalaman di kompensasi dalam keinginan. Sedikit lebih dari lima minggu setelah tragedi Libreville, Kalusha dan Johnson Bwalya memberi mereka kemenangan 2-1 di kandang atas Maroko yang hebat di pembuka Grup B mereka. Hampir tidak ada mata kering di antara 50.000-plus di Stadion Kemerdekaan malam itu.

“Ini adalah peristiwa yang sangat emosional,” kata Kalusha. “Teman-teman kami telah kehilangan yang kami miliki dalam pikiran kami, dan kami memberikan penampilan yang luar biasa untuk mereka.”

Penderitaan, kebanggaan dan penebusanZambia menjauh ke Senegal sebelum mengalahkan tim yang sama 4-0 di kandang sendiri. Hasil tersebut membuat mereka membutuhkan satu poin di Maroko untuk kualifikasi Piala Dunia FIFA yang paling tidak biasa dalam sejarah. Orang-orang Afrika Selatan berada di jalur untuk itu selama lebih dari satu jam, tetapi gol Abdeslam Laghrissi di menit ke-62 akhirnya terbukti cukup untuk mengakhiri impian mereka dan memesan Maroko sebagai petualangan Amerika.

Hanya dua bulan sebelum Amerika Serikat 1994 dimulai. Bagaimanapun, Kalusha dan rekan-rekan setimnya yang muda sekali lagi telah membuat bangsa mereka bangga luar biasa. Zambia, memang, tiba-tiba mencapai final Piala Negara di Tunisia, di mana hanya sedikit yang memberi mereka harapan untuk mengganggu hari Minggu Oliseh, Jay Jay Okocha, Finidi George, Emmanuel Amuneke, Daniel Amokachi, Victor Ikpeba, Rashidi Yekini and Co.

Chipolopolo hanya membutuhkan tiga menit untuk memimpin kejutan melalui Elijah Litana. Dan meskipun tembakan Amuneke mengalahkan Super Eagles dengan kemenangan 2-1. Orang-orang Zambia yang heroik menjadi juara di hati para pengikut sepakbola di seluruh dunia. Dan perjalanan untuk mencapai begitu banyak mengikuti malapetaka seperti di Libreville.

Oleh karena itu. Tepat bahwa adegan tragedi terbesar sepak bola Zambia adalah adegan kemenangan terbesarnya: pada tahun 2012. Setelah periode lain ketidakjelasan sepakbola, Zambia secara sensasional memenangkan Piala Bangsa-Bangsa di ibukota Gabon.

Penaklukan itu, secara alami. Didedikasikan untuk 30 orang yang kehilangan nyawa mereka pada tanggal 27 April 1993 – bencana yang mendorong kisah air mata ini.

Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018

Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018

Berita Bola Indonesia kali ini akan membahas tentang Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018. Mantan pemain sepak bola yang juga pernah membela tim nasional Argentina bernama Jorge Valdano. Dia mengatakan bahwa kekalahan tim nasional Argentina saat melawan Spanyol dengan skor 1-6 dalam pertandingan persahabatan pada hari rabu tanggal 28 maret 2018 sebagai musibah.

Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018

Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018

Valdano mengatakan bahwa kekalahan tersebut akan membuat tekanan lebih dirasakan oleh tim Argentina. Kejadian tersebut memanng sangat tidak diinginkan sebelum Piala Dunia 2018 Rusia bulan juni nantinya.

“Hasil tersebut sangatlah buruk bagi Argentina. Ini adalah musibah serta akan menjadi beban dari sekarang sampai turnamen Piala Dunia 2018 berakhir.” ungkap Jorge Valdano kepada Agen Piala Dunia 2018 seperti pialadunia2018official.com.

Saat itu timnas Abicekeste telah dibantai oleh skuat Spanyol. Kekalahan tersebut dikarenakan kubu Argentina yang kurang kompak dan komunikasi antara pemain yang kurang bagus.

Jorge Valdano yang menyebutkan bahwa absennya Lionel Messi pada pertandingan uji coba tersebut membuat Argentina mendapatkan tamparan keras. Oleh Karena itu skuat Argentina harus bisa merubah dan memperbaiki setiap lini sebelum kompetisi Word Cup 2018 di mulai pada bulan juni nantinya.

“Lionel Messi merupakan satu – satunya alasan kepada Argentina bisa menjadi Juara Piala Dunia 2018.” kata Jorge Valdano.

“Saya tidak akan suka jika berada diposisi pelatih Sampaoli saat ini” tutup Jorge Valdano.

Saat ini tim nasional Argentina berada di fase grup G Piala Dunia 2018. Nantinya mereka akan bertandingan melawan timnas lainnya seperti Islandia, Kroasia, dan Nigeria. Banyak sekali pihak yang memperkirakan bahwa Argentina akan dengan mudah lolos menujuk babak berikutnya.

Demikianlah Berita Jadwal Pertandingan Piala Dunia Hari Ini ” Messi Harapan Timnas Argentina Di Piala Dunia 2018 ” yang Prediksi Piala Dunia 2018 sampaikan. Semoga Berita Sepak Bola dapat bermanfaat untuk anda.

1 2 3 7