Kisah Dan Fakta Menarik Di Piala Dunia Swiss Tahun 1954

Piala Dunia

Kisah Dan Fakta Menarik Di Piala Dunia Swiss Tahun 1954

Tuan rumah: Swiss
Juara: Jerman Barat
Runner up: Hungaria
Top skorer: Sandor Kocsis (Hungaria) – 11 gol
Skor tertinggi: Austria 7-5 Swiss (perempat final)
Total gol: 140 gol
Total penonton: 768.607

PENCETAK GOL TERBANYAK: SANDOR KOCSIS (HUNGARIA)
Sandor Kocsis - football5star.com

Sandor Kocsis merupakan ujung tombak dari timnas Hungaria yang dijuluki The Mighty Magyars pada dekade 1950-an. Ia berhasil membentuk trio maut dengan Ferenc Puskas dan Nandor Hidegkuti.

Kocsis berhasil mencetak hat-trick di pertandingan pertama melawan Korea Selatan. Ia kemudian berhasil mencetak 4 gol ke gawang Jerman Barat pada pertandingan selanjutnya. Di babak perempat final  giliran gawang Brasil yang dijebol dua kali. Sementara itu, Uruguay jadi korban keganasannya di semifinal. Dua gol dia lesakkan pada laga itu. Ketajaman Kocsis baru terhenti di final. Menghadapi Jerman Barat yang sempat dibobol empat kali pada penyisihan grup, dia tak berdaya. Hungaria pun kalah 2-3.

FAKTA MENARIK

Spanyol tak lolos karena kalah melawan Turki di babak kualifikasi. Kedua tim saling mengalahkan saat home and away. Lalu, laga ulang di Stadion Olimpico juga berakhir imbang. Pemenang laga akhirnya diputuskan melalui undian yang dilakukan oleh seorang anak bernama Luigi Franco Gemma.

Bern adalah kota terkecil yang menyelenggarakan babak final Piala Dunia.

Pertandingan final yang mempertemukan Jerman Barat & Hungaria bertajuk Miracle of Bern karena Jerman Barat berhasil memutus rekor 29 pertandingan tak terkalahkan milik Hungaria. Apalagi, di penyisihan grup, Hungaria sempat menggasak Jerman Barat dengan skor 8-3.

Di babak final, timnas Jerman Barat diduga melakukan doping dengan menyuntikkan methamphetamine pada saat turun minum.Para pemain Jerman Barat menggunakan sepatu dengan pul ulir pada final menghadapi Hungaria.

Piala Dunia ini menjadi yang dihiasi paling banyak gol dengan rata-rata 5,38 gol di setiap pertandingan.

Piala Dunia 1954 menjadi pentas perkenalan dunia terhadap permainan sepakbola menyerang. Total 140 gol tercipta atau rata-rata 5,38 gol per laga dalam 26 pertandingan di turnamen ini.

Salah satu tim pengusung sepakbola super ofensif adalah Hungaria yang berstatus sebagai juara Olimpiade 1952 Helsinki, Finlandia, dan tak terkalahkan dalam 28 laga internasional sejak Mei 1950 (27 kali menang dan empat kali imbang).

Nama-nama seperti Ferenc Puskas, Jeno Bozsik, Zoltan Czibor, Sandor Kocsis, hingga Nandor Hidegkuti dianggap sebagai deretan pemain pertama yang mengaplikasikan gaya sepakbola menyerang.

Tampil impresif sepanjang turnamen, Hungaria terus melaju ke final dan kembali bertemu dengan Jerman Barat. Partai final di Stadion Wankdrof, Berne, itu semula diduga akan jadi sebuah formalitas saja mengingat kekalahan telak Jerman di babak awal.

Tanda-tanda ke arah itu sempat terlihat. Hanya dalam waktu delapan menit, Hungaria sudah unggul 2-0 lewat gol Puskas dan Zoltan Szibor. Tapi delapan menit kemudian Jerman Barat membalas lewat gol Max Morlock dan Helmut Rahn.

Pada babak kedua, serangan gencar Hungaria dimentahkan oleh kecemerlangan kiper Toni Turek. Enam menit menjelang pertandingan usai, kejutan itu terjadi. Rahn kembali mencetak gol dan Jerman Barat pun juara.

Kontestan: Brasil, Yugoslavia, Prancis, Meksiko, Hungaria, Jerman Barat, Turki, Korea Selatan, Uruguay, Austria, Cekoslovakia, Skotlandia, Swiss, Inggris, Italia, Belgia.

Venue: Charmilles, La Pontaise, Wankdorf-Stadion, Hardturm, St. Jakob, Comunale di Cornaredo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *